«

»

Pengobatan Alternatif Penyempitan Syaraf Tulang Belakang di Yogyakarta

Pengobatan Alternatif Penyempitan Syaraf Tulang Belakang di Yogyakarta | Obat Alternatif Penyempitan Syaraf Tulang Belakang di Yogyakarta

Pengobatan Alternatif Penyempitan Syaraf Tulang Belakang di Yogyakarta

Pengobatan Alternatif Penyempitan Syaraf Tulang Belakang di Yogyakarta. “Sehat Adalah Kekayaan”

“Sekian lama hidup dengan tiga penyakit sampai akhirnya berkenalan dengan Tahitian Noni Juice. Dan bisa menikmati hidup setelah berpuluh-puluh tahun menderita”

Riwayat asma Rudi berawal dari penyakit bronkitis yang menyerangnya sewaktu bertugas di hutan Kalimantan yang lembap pada era 70-an. Penyakit ini lambat laun berkembang menjadi asma yang tak kunjung membaik meskipun sudah diobati bertahun-tahun. Ia pernah berkeliling ke beberapa klinik asma dan alergi, mendapat obat suntik selama satu bulan (seminggu 2 kali), mencoba terapi pemanasan, namun asmanya tetap sering kambuh, terutama ketika stres atau berada di temoat dingin. Ia bahkan pindah ke Jakarta untuk tinggal di tempat yang lebih tropis, bukan tempat yang lembab. Memasuki tahun 80-an, rudi diserang asam uart karena kadar kolestrolnya tinggi. Pola makannya memang tak sehat, ia merokok dan kerap minum alkhohol.

Pengobatan Alternatif Penyempitan Syaraf Tulang Belakang di Yogyakarta.

Daftar penyakitnya bertambah pada 1985 ketika ia mulai mendapat migrain. Saat migrain menyerang, asmanya ikut kambuh. Ia juga sudah berobat ke beberapa neurolog, minum segala macam obat migrain dan mencoba terapi akupuntur. Tapi migrainnya tak kunjung lenyap.

Setelah lama hidup dengan tiga penyakitnya, penderitaan keempat datang pada tahun 2002: penyempitan saraf tulang belakang. Bila duduk terlalu lama, pinggangnya sakit seperti ditusuk-tusuk. Ia tak bisa tidur, apalagi dalam posisi miring. Ia mencoba susu berkalsium tinggi, terapi akupuntur, obat herbal dan pijat saraf. Berbagai produk MLM –dari tablet, cairan, pil, samoai biskuit –pernah dikonsumsinya. “Thun 2009, saya pasrah. Biarlah, tak perlu mencoba obat lagi.” Kenang Rudi.

Namun di tahun inilah ia berkenalan dengan Tahitian Noni Juice. Awalnya, adik ipar istrinya datang jauh-jauh dari Menado ke Jakarta mencari Tahitian Noni Juice. Karena istri Rudi menderita maag akut, sang istri pun ikut mencoba Tahitian Noni Juice. Sebulan minum Tahitian Noni Juice, maagnya tak pernah kumat lagi. Akhirnya mulai april 2009, Rudi rutin mengkonsumsi Tahitian Noni Juice tiga kali sehari: pagi dan malan  60 ml, siang 30 ml. Tiga tahun kemudian kemudian, setelah menghabiskan tiga botol Tahitian Noni Juice, kondisinya berubah. Bangun tidur, ia bisa langsung berdiri tegak dan berjalan. Padahal biasanya, ia harus bangun pelan-pelan, duduk di ranjang lalu melakukan sedikit peregangan. Bila tak begitu, ia tak bisa bangun. Empat hari kemudian, ia bahkan mencoa menyikat WC. Dulu, ini mustahil dilakukan karena ia tak bisa membungkuk. November 2009, ia melakukan check up kesehatan dan … kondisinya baik sekali! Kolestrolnya turun menjadi 190, asam uratnya 7, sarafnya pun baik. Hingga kini, ia tak pernah lagi terserang migrain, asma, bahkan tak lagi batuk jika mencium bau tajam. Untuk pertama kalinya sejak berpuluh-puluh tahun, ia bisa menikmati hidupnya. “Sehat adalah kekayaan,” katanya, penuh syukur.

Lebih jelas tentang Tahitian Noni silahkan

Klik untuk Testimoni Lainnya … 

Klik untuk Dokter Bicara …

Klik untuk Menghubungi Kami …

Klik untuk Cara Pesan Tahitian Noni !

Tahitian Noni bisa didapatkkan langsung di Tahitian Noni Yogyakarta